Showing posts with label Seorang. Show all posts
Showing posts with label Seorang. Show all posts

Sunday, 22 April 2012

KIsah Nyata Seorang Prajurit yang Mengharukan



Sebuah kisah tentang seorang prajurit hendak pulang setelah bertugas di Vietnam. Ia menelpon orang tuanya dari San Francisco.

“Ayah dan Ibu, saya hendak pulang, tapi saya butuh bantuan. Saya hendak mengajak seorang teman”.

“Silahkan”, kata mereka, “kami akan senang menerima temanmu”.

“Tapi jangan terkejut”, kata anak itu, “teman saya itu terluka parah selama perang. Ia menginjak ranjau darat dan kehilangan satu lengan dan satu kaki. Ia tidak punya siapa-siapa lagi, dan saya mau agar ia tinggal bersama kita”.

“Kami sangat prihatin mendengarnya, anakku. Mungkin kita dapat membantunya menemukan tempat tinggal baru”.

“Bukan, Ayah & Ibu, Saya mau agar ia tinggal bersama kita.”

“Anakku”, kata sang ayah, “jangan meminta yang bukan-bukan. Seseorang yang cacat berat seperti itu akan sangat membebani kita. Kita juga punya kehidupan sendiri, dan sesuatu seperti ini tidak perlu mengganggu hidup kita. Saya pikir sebaiknya kamu pulang saja dan lupakan temanmu itu. Ia akan menemukan hidupnya sendiri.”

Saat itu juga, sang anak menutup teleponnya, dan orangtuanya tidak mendengar apapun lagi darinya.

Beberapa hari kemudian, mereka menerima telepon dari polisi San Francisco. Anak mereka telah meninggal karena jatuh dari suatu gedung. Polisi percaya bahwa tindakan itu merupakan bunuh diri. Orangtua yang berkabung itu terbang ke San Francisco dan disana mereka pergi ke kamar mayat untuk melakukan identifikasi jenazah anak mereka.

Mereka mengenali jasad si anak, dan sangat terkejut ketika menemukan bahwa anak mereka hanya memiliki satu lengan dan satu kaki.

simpulkan ato ambil hikmah?

http://tersedih.blogspot.com/

http://tertawamu.blogspot.com/

Pelajaran Hidup Dari Kisah Seorang Pembuat Jam dan Jam

Seorang pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, sanggupkah kamu berdetak 31.104.000 kali selama setahun?” “Ha?! Sebanyak itukah?!” kata jam terperanjat, “Aku tidak akan sanggup!”

“Ya sudah, bagaimana kalau 86.400 kali saja dalam sehari?”

“Delapan puluh ribu empat ratus kali?! Dengan jarum yang ramping seperti ini?! Tidak, sepertinya aku tidak sanggup,” jawab jam penuh keraguan.

“Baik, bagaimana jika 3.600 kali dalam satu jam?”

“Dalam satu jam berdetak 3.600 kali? Tampaknya masih terlalu banyak bagiku.” Jam bertambah ragu dengan kemampuannya.

Dengan penuh kesabaran, tukang jam itu kembali berkata, “Baiklah kalau begitu, sebagai penawaran terakhir, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”

“Jika berdetak satu kali setiap detik, aku pasti sanggup!” Kata jam dengan penuh antusias. Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.

Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali dalam setahun, yang juga setara dengan berdetak 86.400 kali dalam sehari, yang setara pula dengan berdetak 3.600 kali dalam satu jam.


Pesan dari kisah tersebut:
Kita sering meragukan dan underestimated terhadap kemampuan diri sendiri untuk mencapai goal, pekerjaan, dan cita-cita yang tampak sangat besar. Kita lantas menggangapnya sebagai hal sangat berat yang tidak mungkin dapat kita angkat. Namun sebenarnya apabila hal yang dianggap besar tersebut kita perkecil dan perkecil lagi, lantas kemudian kita realisasikan hal-hal kecil tersebut secara konsisten serta kontinu, niscaya hal besar yang semula kita anggap tidak mungkin tercapai itu akan terealisasikan.

Intinya, hal besar akan tercapai dengan konsistensi dan kontinuitas, atau dengan istilah lain yang sering digunakan masyarakat: istiqamah! Tentu melekatkan konsistensi dan kontinuitas kepada diri sendiri itu bukan hal yang mudah, karena akan menimbulkan kelelahan yang sangat.

Al-Mutanabbi berkata dalam syairnya yang masyhur,

??????? ?????? ??????????? ????????

???????? ??? ?????????? ????????????
Dan sekiranya jiwa itu besar, tentulah jasad itu akan letih dalam menggapai maksudnya. [Khizanah al-Adab I/251.]

Ingat, seribu langkah tidak akan ada tanpa adanya satu langkah pertama. Garis panjang hanyalah merupakan kumpulan dari titik-titik.


http://tersedih.blogspot.com/

http://tertawamu.blogspot.com/

Friday, 20 April 2012

Jangan Remehkan Seorang Pendiam!!!

Jangan Remehkan Seorang Pendiam!!!

Agan-agan pasti ngerti kan bagaimana sifat pendiam itu...(masa pada gtw sih, )...pendiam yang ane maksud di sini yah pendiam karena menahan emosi untuk gak meluapkan di/kepada orang/suasana yang membuat diri menjadi emosi, bukan pendiam karena lagi nahan BAB. hehehehee...

Karakter dari seorang yang pendiam itu bisa dikategorikan seperti ini:
1. Betul-betul jarang berbicara
Baginya banyak berbicara (nggedabrus istilah di daerah ane) cuman buang-buang air ludah, bicara secukupnya aja, kalo perlu cuman bilang YES atau NO.

2. Suka menghindari masalah.
Tidak suka memancing keributan, dan terkadang lari dari masalah, tipikal orang yang tabah, tapi kurang sabar menghadapi masalah.

3. Tidak menyukai perdebatan
Tergolong orang yang mengalah dalam hal ini, cenderung menarik diri dari perdebatan. Memiliki emosi tinggi, pemuak, dan pembosan.

4. Kebanyakan berjiwa psikopat (gak semuanya juga sih gan).
Psikopat atau pembunuh terkeji di bumi ini, gak punya hati nurani, perasaan iba mereka seakan hilang, dan jika membunuh, pasti punya motif berencana, tidak menyesali perbuatannya. Sebagai contoh adalah pelaku MUTILASI, mereka memotong2 tubuh korban, ada juga yang merebus kepala korban, dijadikan kaldu dan memakannya. Dan mereka melakukan itu semua dengan biasa saja, tidak ada rasa ngeri ataupun jijik.

5. Orang pendiam itu pendendam.
Dan akan memberi kejutan yang tidak terduga oleh musuhnya. Jika mereka marah, seperti kerasukan jin, dan seperti bukan dia yang semula (bah, kayak NARUTO dengan Kyubii aja nih). Mau polisi, gubernur, atau bapaknya sendiri, gak akan membuatnya gentar sebelum yang membuat dia marah masuk UGD.

6. Soal cinta.
Tidak akan pernah diketahui dari tipe semacam ini. Tapi setau ane dalam kehidupan sehari², kalau orang pendiam jarang banget bisa romantis ama kekasihnya.

7. Kehidupan tertutup untuk umum.
Mereka berjalan seolah di kiri dan kanan tidak ada orang. Pandangannya lurus dan terkadang menunduk.

8. Suka berbicara dengan diri sendiri (ngudo roso kalo orang JAWA bilang).
Orang pendiam merasa memiliki dua roh dalam satu raga, bukan sakit jiwa maksudnya gan, gini, otak mereka bertanya pada hatinya. Mereka adalah seorang pemikir dan selalu berfikir dan seorang penyendiri. Otak mereka seperti server yang mengolah data tanpa henti.

9. Sifatnya sukar diterka
Tidak banyak yang mengerti dengan wataknya, dan secara tiba-tiba menghilang tanpa kabar.

10. Tidak suka keramaian
Konser, orkes dangdut apalagi, lebih suka berdiam diri.

11. Mistik dan Gaib
Seorang pendiam menyukai hal-hal mistik dan gaib. Untuk hal ini jarang banget terjadi.

12. Tidak mau bergaul dengan lingkungan sekitar.
Anti sosial, masa bodoh, baginya, hidup di dunia ini sendirian bukan suatu masalah, cuek. Walaupun banyak orang yang menceritakannya, dia tetap cuek, gak merasa apa-apa.

13. Tidak iri hati, tidak dengki, tidak sirik.
Tetangga mau orang beli pesawat, tetep aja cuek bebek dan masa bodoh, mau kebakaran, mau kenduri, emang gue pikirin, itulah wataknya.

14. Apa adanya.
Jika ia senyum atau tertawa, tidak pernah dibuat-buat.

15. Tidak pandai berbasa-basi.
Suka murung, suka menyimpan rahasia dan pada dasarnya, mereka adalah orang yang tulus.

16. Bukan playboy.
Orang pendiam sangat mencintai dan menyayangi keluarganya, menyayangi anak dan istri.

17. Mereka akan mencoba memperbaiki kipas angin. Jika gagal, maka ia kan mencobanya lagi, jika gagal, coba lagi, jika gagal untuk ketiga kalinya, ia akan hancurkan kipas angin itu sampai remuk.


http://tersedih.blogspot.com/

http://tertawamu.blogspot.com/